Prosedur Keselamatan Kerja Menggunakan Peralatan Las Oksi-Asetilin

Posted on June 3 2012 by Abdul Haris

Seperti halnya cara pengelasan yang lain, las oksi-asetilin digunakan untuk menyambung dua bagian logam secara permanen dengan atau tanpa bahan pengisi. Namun perlu diketahui peralatan las oksi-asetilin memerlukan prosedur keselamatan kerja yang berbeda dan lebih ketat.
Las oksi-asetilin menggunakan nyala api hasil pembakaran gas asetilin dan gas oksigen (zat asam) untuk memanaskan bagian logam yang akan disambung dan mencairkan bahan pengisinya. Las oksi-asetilin banyak dipakai untuk pekerjaan perbaikan body otomotif dan pemotongan logam.
Saat bekerja menggunakan las oksi-asetilin, operator las harus memahami prosedur keselamatan kerja karena sangat berpotensi menimbulkan bahaya kebakaran atau ledakan. Bahaya kebakaran dapat dipicu oleh nyala api dan percikan bunga api yang mengenai bahan-bahan mudah terbakar. Sedangkan ledakan biasanya ditimbulkan oleh kesalahan dalam menggunakan peralatan las oksi-asetilin khususnya tabung asetilin dan pembakar.
Prosedur keselamatan kerja sewaktu menggunakan las oksi-asetilin menekankan kepada tindakan pengamanan terhadap peralatan utamanya. Peralatan tersebut terdiri dari tabung gas, regulator, pembakar, dan selang las.

Tabung Gas
Tabung gas digunakan untuk menyimpan gas (asetilin dan oksigen) yang dibakar secara bersama dengan komposisi berbeda sehingga menghasilkan nyala api. Tabung gas terdiri dari satu tabung gas oksigen dan satu tabung gas asetilin.
Tabung gas asetilin berisi gas yang dimampatkan dengan volume 40 liter dan tekanan hingga 15 bar. Tabung gas oksigen sendiri dapat diisi dengan gas sebanyak 74,5 m3 dengan kadar oksigen murni 99,5% dan tekanannya sebesar 151 bar. Tindakan pengamanan yang dilakukan adalah:

Menghindarkan tabung gas dari segala macam jenis minyak dan pelumas.
Melindungi tabung gas dari benda panas dan terik matahari secara langsung serta kemungkinan bersentuhan dengan kabel listrik.
Menempatkan tabung gas ditempat yang aman dari benturan atau pukulan benda keras.
Tidak mengubah, mencabut dan menukar tanda pada tabung gas.
Pemakaian gas harus selalu melalui regulator.
Jangan menarik tutup pengaman sewaktu mengangkat atau memindahkan tabung gas.
Apabila terjadi kebocoran tabung gas, segera bawa keluar ruangan.

Regulator
Regulator terpasang di masing-masing tabung oksigen untuk mengatur keluarnya gas dari dalam tabung menuju pembakar melalui selang las. Regulator memiliki dua buah manomenter untuk mengetahui tekanan isi gas di dalam tabung yang disebut manometer tekanan isi. Manometer tekanan kerja untuk melihat tekanan kerja yang dipakai mengelas. Tindakan pengamanan alat ini meliputi:

Tangan atau sarung tangan harus dibersihkan dari minyak atau pelumas sebelum memegang regulator.
Saat memasang regulator, bagian yang harus dipegang adalah badan regulator bukan pada manometernya.
Katup regulator harus dalam keadaan tertutup saat akan membuka kran tabung. Cara membuka katup regulator dilakukan dengan memutar baut pengatur berlawanan arah jarum jam hingga longgar.
Putar baut pengatur tekanan kerja secara perlahan saat mengatur tekanan kerja agar tidak merusak membran manometer.
Saat dilakukan pengaturan tekanan kerja pada regulator, posisi badan berdiri di samping.
Regulator yang sudah rusak harus segera diganti untuk pemakaian selanjutnya.

Pembakar/ Brander (Torch)
Pembakar digunakan untuk mencampur gas oksigen dan gas asetilin dengan perbandingan tertentu sesuai keperluan kerja. Pembakar terdiri dari dua macam yaitu pembakar pengelasan biasa dan pembakar pemotongan. Prosedur keselamatan kerja menggunakan pembakar adalah:

Pembakar tidak boleh disentuh atau dipegang oleh tangan atau sarung tangan yang terkena minyak atau pelumas.
Tidak diperkenankan menggunakan mulut pembakar untuk mencungkil atau memukul karena kerusakan pada mulut pembakar dapat menyebabkan nyala balik.
Bersihkan mulut pembakar dari kotoran yang menyumbat secara berkala menggunakan alat penusuk khusus.
Bibir mulut pembakar harus dibersihkan dari kotoran dengan menggunakan bilah kayu lunak sambil membuka kran tabung oksigen.
Mematikan api yang menyala dari pembakar apabila tidak dipakai.
Untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang baik, simpan dan rawatlah pembakar dengan benar dan teratur.

Selang Las
Selang las menghubungkan tabung gas dengan pembakar las untuk mengalirkan gas oksigen dan asetilin. Selang gas oksigen berwarna hitam atau biru dan selang gas asetilin berwarna merah. Prosedur keselamatan kerja menggunakan selang las adalah:

Selang las tidak boleh terkilir dan terjepit saat dipakai.
Selang las tidak boleh bersentuhan dengan nyala api, bunga api, benda panas, benda tajam, dan segala jenis minyak atau pelumas.
Pemeriksaan selang las secara berkala dilakukan agar tidak terjadi kebocoran, hangus, dan sambungan longgar.
Jangan menggunakan kawat, plastik, atau isolasi untuk menutup kebocoran. Bagian yang bocor harus dipotong dan disambung kembali menggunakan alat penyambung, pengikat, atau penjepit khusus selang.
Gulung selang dengan rapi setelah menggunakannya.

Tata cara yang tepat dalam menggunakan peralatan las oksi-asetilin sangat menguntungkan efisiensi peralatan dan memberi rasa aman bagi operator las. Maka dari itu, pemahaman dan kesadaran operator las terhadap keselamatan kerja las oksi-asetilin akan mengurangi resiko kecelakaan kerja.

Leave a Reply